Kuasa dalam pujian penyembahan

Praise and worship bukan cuma sebagai lagu lagu yang dinyanyikan, tetapi sebagai gaya hidup seseorang yang dekat dan mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan. Salah seorang tokoh alkitab yang erat hubunganya dengan pujian penyembahan adalah Daud. Daud adalah seorang gembala yang diurapi samuel menjadi raja menggantikan Saul. Kuasa Tuhan semakin terlihat di dalam Daud saat dia mengalahkan Goliat yang besarnya beberapa kali lipat dari Daud. Dan satu hal yang paling penting dari kehidupan Daud adalah Dia seorang pemuji / worshipper, dan Dia adalah “a man after God's own heart”.
Dari kehidupan Daud kita sama sama mau belajar bahwa pujian penyembahan bukan hanya sekedar ibadah, tapi adalah kehidupan bersama Allah. Artinya sebagai seorang kristen kita harus senantiasa membangun pujian penyembahan kita, karena itu membawa kita masuk ke dalam hadirat Tuhan, bahkan Alkitab mencatat dengan pujian kita membangun Tahta Allah, dan melalui puji pujian kita berjumpa dan bersekutu dengan Allah. (Mzm 22:4). dan pujian penyembahan itu bukan suatu permohonan tapi suatu perintah (Mzm 117:1) “Pujilah Tuhan hai segala bangsa dan megahkanlah Dia hai segala suku bangsa”
1. Ada berkat dalam pujian penyembahan, berkat berkat dicurahkan. Mzm 147 berkata baiklah memuji Tuhan. (147:12-14) mengatakan megahkanlah nama Tuhan, karena Ia yang akan memberikan kesejahteraan dan memberkati engkau. Daud mungkin termasuk salah satu raja Muda israel, yang berasal dari kalangan (NON-Army)
2. Ada Mukjizat
Dengan pujian penyembahan kita menghadirkan Tuhan dan kehadiran-Nya akan menyatakan kuasaNya dengan sehingga oleh pekerjaan kuasaNya, mukjizat pun terjadilah. Jadi ketaatan memuji Tuhan mendatangkan mukjizat . Mungkin cerita yang paling diketahui orang ialah saat orang orang israel mengelilingi tembok yerikho, dan pada saat dia berteriak memuji Tuhan, benteng yang paling kokoh sedunia pun bisa runtuh.
3. Menyenangkan hati Tuhan
puji-pujian itu sebagai suatu ungkapan keagungan dan kemegahan Tuhan, Seperti bangsa Israel yang membakar persembahan kurban, seperti itulah hati kita terhadap pujian penyembahan kita harus menyiapkan hati kita untuk mempersembahkan yang terbaik, bukan dari suara atau rupa, tetapi hati


0 Comments:
Post a Comment
<< Home